PUISI “JANJI BUAT KEKASIH”

JANJI BUAT KEKASIH

oleh
RAHIMAH HAJI A. HAMID
Burung malam membawa kekasihku pergi
tatkala gerimis berjatuhan
merembesi pipi
titisnya lebih terasa lebat di dada
membanjir kolam rasa.
Saat kakinya melangkah
sepohon cinta dia titipkan
katanya:
          “Bajai pohon cinta kita
          moga darinya berkembangan bunga-bunga
          menyeri maya pada.”
Kekasihku,
pohon cinta kita
boleh kubaja
tapi aku ragu
kiranya kuntum tulip biru
dan putih warna salju
yang bakal kau temu
mengikis rindumu pada semerbak bau cempaka
melur dan kemboja
di desa kita.
Dan lagi kekasihku,
Kota Paris saat ini masih dingin
wangi mawar
liuk tulip biru
puputan semilir
langit senja yang kermizi
pasti menebar malam syahdu
yang bisa merungkai rindumu
pada denai becak, ikan belacak dan kuning padi
di tanah air sendiri.
Sedang di sini kekasihku,
desa kita berwajah suram
panas menguliti kulit
angin berjerebu
denai berdebu
lembayung ungu
pohon-pohon layu.
Kekasihku,
mungkinkah nanti
pohon cinta kita mati
di bawah langit sesuram ini?
Tapi,
demi titipan kata
pasti aku cuba
menyiram dan membajanya
biarpun kelak hidupnya
tidak menguntumkan kelopak-kelopak bunga
pesanmu telah kulaksana
hanya itu yang terdaya
dalam harap pada Yang Kuasa.
DBP, 28 Mei 1997.
Dewan Budaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s